SBY Curhat Gajinya Belum Naik 7 Tahun
"Sampaikan ke seluruh jajaran TNI/Polri, ini tahun ke-6 atau ke-7 gaji Presiden belum naik," ujar SBY dalam pidato pada Rapim TNI dan Polri di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (21/1/2011).
Ucapan SBY ini spontan saja membuat prajurit TNI dan Polri yang hadir tertawa. SBY menuturkan, kesejahteraan prajurit TNI dan anggota Polri yang diberikan pemerintah bukan retorika dan janji-janji kosong. Tiap tahun, kedua lembaga itu diperhatikan pemerintah dengan menaikkan gaji.
"Soal kesejahteraan prajurit dan anggota Polri, ini bukan retorika dan janji-janji kosong, bukan kebohongan. Tiap tahun kita naikkan gaji dan lain-lain. Renumerasi sudah diberikan untuk meningkatkan kerja dan prestasi," imbuh SBY.
SBY memilih memperhatikan nasib prajurit TNI dan anggota Polri daripada dirinya sendiri. SBY bahkan sudah berniat akan hal itu.
"Betul, tapi memang saya niati. Saya ingin semua sudah mendapatkan kenaikan yang layak, tepat, dan adil. Tolong laksanakan implementasikan secara tepat dan adil," kata SBY.
Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada SBY atas renumerasi untuk anggota Polri yang diberikan pemerintah.
"Terima kasih kepada Presiden yang telah memberikan renumerasi. Kami yakin dengan disahkannya renumerasi di tubuh TNI dan Polri dapat lebih meningkatkan lagi pengabdian kepada bangsa dan negara," kata Timur.
Gus Dur dan Megawati Ternyata Saudara?
Senin, 5 April 2010 - 15:53 wib
DALAM dialog TVRI, yang dipandu Garin Nugroho dan Usi Karundeng, saat menjabat sebagai presiden, Gus Dur ditanya tentang hubungannya yang memburuk dengan Megawati. Gus Dur pun membantahnya.
Sebab, kata dia, dirinya dan Megawati masih kerabat cukup dekat. Loh ini benar-benar berita baru. Dari mana asal-usul hubungan kekerabatnnya itu?
"Lah Megawati itu kan anaknya Bung Karno," jawab Gus Dur, tentu semua orang sudah tahu. "Lah Bung Karno itu siapa? Kan keturunan Raden Patah (Raja pertama kerajaan Islam Demak) Saya sendiri siapa? Saya ini keturunan adiknya Raden Patah," imbuhnya.
Tentu saja pernyataan ini membuat pekerjaan besar para sejarahwan Indonesia, untuk mengecek kebenaran info dari Gus Dur itu. Yang jelas jajaran Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sendiri sungguh tak paham ihwal hubungan darah Gus Dur dan Megawati ini.
Seorang tokoh PKB, saat ditanya wartawan di Gedung DPR sambil mengangkat tangan mengaku, "Wah soal ini saya tidak tahu menahu," dan buru-buru melangkah pergi, khawatir diminta penjelasan mengenai ketidaktahuannya itu.
Gedung Baru dan Citra DPR
Selasa, 7 September 2010 - 09:42 wib
BERITA mengenai rencana pembangunan Gedung Baru Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) senilai lebih dari Rp1 triliun sungguh membuat hati kita tersentak.
Di tengah kesulitan ekonomi yang dihadapi sebagian besar rakyat Indonesia yang terkategorikan penduduk miskin, di saat masih banyaknya anak Indonesia yang belum dapat menikmati pendidikan layak, DPR malah akan membangun monumen yang begitu megah di Senayan, Jakarta, sebagai gedung baru para wakil rakyat. Gedung itu bukan hanya megah yang memungkinkan setiap anggota Dewan memiliki ruangan lebih dari 100 meter persegi per orang, tetapi juga tersedia tempat-tempat bersantai.
Ini menambah gerah sebagian kalangan yang peduli pada masa depan demokrasi di Indonesia dan mereka yang menjadi pengamat kinerja parlemen. Alasan pembangunan gedung baru DPR ini didahului dengan berita-berita mengenai betapa berbahayanya para anggota Dewan menempati gedung lama yang katanya sudah tua dan miring tujuh derajat sebagai akibat dari gempa bumi beberapa waktu lalu. Selain itu, gedung lama yang ada juga sudah tidak mampu memberi ruang yang nyaman bagi para anggota Dewan dan tidak mampu memberi tempat bagi para staf ahli Dewan.
Sementara kita tahu dari laporan kehadiran betapa banyak anggota Dewan yang mangkir dalam rapat-rapat, mulai dari rapat komisi, sidang pansus sampai ke sidang paripurna. Tambahan lagi, disinyalir para anggota Dewan juga tidak serius untuk mendapatkan bantuan dari staf ahli karena sistem perekrutan para staf ahli tersebut seakan kurang memperhitungkan sistem merit dan lebih mengutamakan pendekatan kekeluargaan atau nepotisme. Pendek kata, di mata masyarakat secara umum citra DPR begitu buruk. DPR periode 2009–2014 juga dinilai paling buruk kinerja tahun pertamanya dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya.
Buruknya kinerja Dewan dapat dilihat dari kehadiran anggota Dewan, kualitas dialog di DPR, jumlah rancangan undang-undang (RUU) yang digodok menjadi undang-undang (UU), bagaimana diskusi-diskusi pada rapat-rapat komisi dengan para mitra kerjanya di pemerintahan, dan kualitas produk yang dihasilkan Dewan. Tidak sedikit orang yang bertanya, mengapa rencana pembangunan gedung baru DPR itu baru muncul sekarang? Apakah itu tidak diproses secara terbuka pada rapat-rapat persiapan RAPBN antara Dewan dan pemerintah? Jika sudah melalui proses politik anggaran yang benar, pertanyaan yang muncul kemudian ialah, mengapa pemerintah dan Dewan sepakat untuk menganggarkan dana yang aduhai besarnya untuk membangun monumen yang amat megah itu?
Jangan-jangan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menyenangkan hati para anggota Dewan agar yang terakhir ini tidak lagi bersikap kritis terhadap pemerintah. Ada pula isu bahwa pemerintah saat ini memang giat menggelontorkan uang ke DPR agar persoalan skandal Bank Century tidak berlanjut. Politik uang bukan hanya terjadi antara para politikus calon anggota Dewan dan para konstituennya saja, melainkan juga antara eksekutif dan legislatif. Malah ada juga isu bahwa praktik politik anggaran pendapatan dan belanja negara perubahan (APBN-P) seringkali menjadi bagian dari politik bagi-bagi rejeki dari instansi pemerintah terhadap anggota Dewan di komisi-komisi yang menjadi mitra instansi pemerintah tersebut.
Sebagai contoh, jika pemerintah mengajukan anggaran Rp100 miliar untuk proyek tertentu, segelintir anggota Dewan akan menaikkannya menjadi tiga kali lipat asalkan ada uang persentase bagi para anggota Dewan tersebut. Praktik semacam ini menjadi bagian dari cerita yang sering kita dengar di seputar Gedung DPR. Kembali ke soal gedung baru DPR, tidak sedikit komentar dan kritik dari berbagai kalangan mengenai hal itu, termasuk dari kalangan Dewan sendiri. Pembangunan gedung tersebut, seperti diutarakan seorang pengamat politik senior Mochtar Pabottingi, ibarat membangun “monumen penghianatan” karena itu menafikan penderitaan yang masih dialami sebagian besar rakyat Indonesia.
Kini kita tunggu saja apakah pembangunan gedung baru tersebut akan terus berlanjut ataukah ditunda sampai negara benar-benar memiliki kelebihan dana yang dapat diperuntukkan bagi pembangunan gedung berskala besar dan mahal seperti itu? Sensitivitas para pimpinan dan anggota Dewan yang terhormat kini sedang diuji, apakah mereka masih memiliki hati nurani atau tidak?
Mana yang lebih urgen, pembangunan gedung baru atau meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan, kesehatan, serta ketenagakerjaaan di republik yang kita cintai ini? (*)
IKRAR NUSA BHAKTI
Profesor Riset Bidang Intermestic Affairs LIPI
TK Abdurrahman Wahid
Senin, 14 Juni 2010 - 15:31 wib
SETELAH Gus Dur meninggal dunia, banyak pihak yang mengusulkan agar namanya diabadikan sebagai nama antara lain pada universitas, museum, nama jalan. Hal ini sebagai bentuk apresiasi atas jasa-jasa mantan Presiden RI tersebut.
Misalnya Universitas Abdurrahman Wahid di Jakarta, Museum Gus Dur di Jombang, Jalan Abdurrahman Wahid di Surabya, serta Wahid Institute.
Maraknya perbincangan itu membuat pengurus LTMI PBNU Mukhlas teringat dengan humor Gus Dur waktu berkunjung ke Jombang.
Di tempat kelahirannya itu, kata Mukhlas, Gus Dur pernah bercerita bahwa nama kakeknya telah diabadikan menjadi nama universitas, yaitu Institut Keislaman Hasyim Asy'ari (IKAHA) Tebuireng.
Sementara nama ayahnya telah diabadikan menjadi nama SMA A. Wahid Hasyim Tebuireng dan SMP A. Wahid Hasyim. “Nah berarti saya nanti cuma kebagian TK Abdurrahman Wahid,” ujar Gus Dur, seperti ditirukan Mukhlas.
Puluhan Benda Sakral Disembunyikan WN Italia di Bali
Selasa, 7 September 2010 - 09:01 wib
DENPASAR - Satuan Reskrim Polres Badung, Bali, menggrebek dua gudang yang disewa warga negara Italia dan menemukan puluhan benda sakral yang diperkirakan berusia ratusan tahun.
“Dua gudang itu digunakan sebagai tempat penyimpanan benda sakral Pura atau yang dikenal Pratima,” ujar Kasatreskrim Polres Badung AKP I Ketut Soma Adnyana, Selasa (7/9/2010).
Kepolisian melakukan penggrebekan pada Senin (6/9) malam, sekira pukul 22.30 Wita. Polisi menemukan sekira 110 pratima di tempat tinggal WN Italia tersebut.
Dari pengembangan penyidikan kasus Roberto Gamba, WN Italia itulah polisi menemukan dua gudang lainnya yang berlokasi di Jalan Teuku Umar Barat, Denpasar.
“Kami temukan 24 pratima di salah satu gudang. Sedang satu gudang lainnya belum didapatkan barang bukti,” imbuhnya.
Menurut Soma dua gudang itu milik warga berinisial IS, namun kemudian disewa Roberto Gamba.
Disinggung berapa jumlah pratima yang masih akan dilakukan pencarian, Soma mengaku masih belum bisa memastikan. Hanya saja pihaknya mendapat informasi bahwa WN Italia itu masih menyimpan benda sakral lainnya.
“Kami masih terus cari, untuk hasil terakhir yang kami temukan di gudang itu juga belum final jadi belum bisa di pastikan berapa jumlahnya,” paparnya.
Sebelumnya, jajaran Polres Badung berhasil membekuk Roberto Gamba (50), yang diketahui menyimpan 110 pratima berbagai jenis dan ukuran di Villa Marisa, Kerobokan, Bandung, pada Kamis pekan lalu.
Petugas juga menemukan belasan gagang keris antik lengkap dengan sarungnya. Ada juga serat atau lontar yang bertulisakan huruf-huruf sansekerta yang diduga berumur ratusan tahun. Petugas juga mengamankan beberapa arca berlapis emas.
Sinabung Meletus Lagi, PMI Siagakan Personel
Selasa, 7 September 2010 - 08:22 wib
JAKARTA - Palang Merah Indonesia (PMI) siagakan personelnya sebanyak 45 orang di lokasi pengungsian Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo. Ini menyusul meletusnya Gunung Sinabung untuk kesekian kalinya, dini hari tadi.
Seperti rilis PMI yang diterima okezone, Selasa (7/9/2010), PMI telah siagakan 42 personel. 35 personel diantaranya adalah para anggota Satuan Penanganan Bencana (Satgana) yang disiagakan untuk dikerahkan ke lokasi bencana. Mereka berasal dari PMI Provinsi Sumatera Utara, Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Langkat, Labuan Batu, Binjai, dan Tanah Karo.
Terkait warga yang belum kembali ke pengungsian, Koordinator Posko PMI sekaligus koordinator lapangan untuk penanggulangan bencana Gunung Sinabung, Khairunsyah, menjelaskan, “Kemungkinan besar mereka sudah menyelamatkan diri”.
Untuk sementara, belum ada kabar bahwa para pengungsi kembali ke lokasi pengungsian, pascaletusan dini hari tadi.
”Para warga ini, sedang bertugas menjaga kampungnya bersama personil TNI dan Polri,” tutur Khairunsyah.
Sebelumnya, Gunung Sinabung kembali meletus pada dini hari tadi, sekira pukul 00.25 WIB. Kali ini, letusannya lebih kuat dibanding letusan yang terjadi pada Jumat 3 September lalu.
Sinabung Meletus Lagi, Gempa Terasa di Radius 8 Km
Selasa, 7 September 2010 - 09:06 wib
MEDAN - Gunung Sinabung meletus lagi pada dini hari tadi. Menyusul hal itu, gempa pun terjadi dan ini terasa hingga radius 8 kilometer.
“Letusannya terjadi 37 detik, lebih kuat dari sebelumnya. Selain itu, juga terjadi gempa dangkal berkekuatan kecil berkali-kali yang terasa hingga lebih 8 km,” ujar Kepala Pusat Vulkanologi & Mitigasi Bencana Geologi, Surono, saat dihubungi dari Medan, Selasa (7/9/2010).
Surono menambahkan, letusan kali ini mengeluarkan abu vulkanik hingga radius 8 km. Sedangkan tinggi asap mencapai sekira 5.000 km.
Sekira 10 menit setelah letusan terjadi, listrik di Kabanjahe dan sekitarnya padam. Sehingga lokasi pengungsian terpaksa menggunakan genset.
Hujan deras juga sudah turun sejak sore sebelumnya. Sehingga puncak gunung tidak kelihatan. Apalagi kabut tebal juga menutupinya.
Sementara itu, saat letusan terjadi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masih menginap di Medan malam tadi. Namun tidak terjadi peristiwa berarti, karena getaran letusan Sinabung tidak terasa sampai ke Medan. Presiden sendiri bertolak ke Jakarta pagi ini.
Ratusan Pengungsi Dirawat di RSUD Kabanjahe
Selasa, 7 September 2010 - 09:43 wib
MEDAN - Jumlah pengungsi pascaletusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara yang terserang penyakit terus meningkat.
Sebanyak 103 pengungsi dirawat di rumah sakit karena demam, diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, tekanan darah tinggi, dan kecemasan.
”Mereka rata-rata menderita penyakit sejak sebelum mengungsi. Penyakitnya semakin parah setelah berada di lokasi pengungsian. Tapi kita sudah memberikan perawatan di RSUD Kabanjahe,” jelas Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Karo Perdana Sebayang kepada wartawan, Senin 6 September.
Para pengungsi itu sendiri terpaksa harus menjalani rawat inap, karena keterbatasan alat dan fasilitas di lokasi pengungsian. Sebagian besar mereka menderita ISPA.
Sedangkan, Posko Utama Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Karo mencatat sebanyak 2.087 pengungsi mengalami sakit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.144 orang menderita ISPA. Namun, penyakit yang diderita sebagian besar mereka tidak terlalu parah, sehingga masih bisa dirawat di lokasi pengungsian.
Lebaran, Bus Transjakarta Ubah Jadwal Operasional
JAKARTA - Jadwal operasional bus Transjakarta pada H-1 dan tepat di hari raya Idul Fitri mengalami perubahan.
Menurut Manajer Pengendalian Transjakarta, Gunardjo, pada H-1 atau dikenal malam takbiran, bus Transjakarta beroperasi hingga pukul 18.30 WIB. Ini berlaku untuk semua koridor. Berbeda dengan hari biasa, bus beroperasi hingga pukul 22.00 WIB.
”Karena kita beri kesempatan masyarakat untuk bertakbiran,” kata Gunardjo kepada okezone, Selasa (7/9/2010).
Sedangkan tepat di hari raya nanti, Transjakarta beroperasi mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.
”Kalau biasanya, normal mulai pukul 05.00 WIB,” tambahnya.
Mengenai penambahan armada, Gunardjo mengaku pihaknya tidak memprioritaskan hal itu. Namun jika pada kenyataannya nanti terjadi lonjakan penumpang maka akan digunakan bus dari koridor lain yang lebih sepi.
Salah satu koridor busway yang dipastikan mengalami lonjakan yaitu Koridor 5 (Kampung Melayu-Ancol) dan Koridor 6 (Ragunan-Latuharhari).
”Sampai-sampai bus tidak bisa masuk ke Ragunan, karena tertutup oleh orang-orang yang datang ke kebun binatang Ragunan. Jadi biasanya kami memutar di halte sebelum Ragunan yaitu halte SMK 57. Dari situ penumpang berjalan kaki menuju Ragunan,” ujarnya.
Berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, Gunardjo menuturkan, pada hari H biasanya bus masih bisa masuk ke dalam terminal Ragunan. Namun pada H+1 dan H+2, bus tidak bisa masuk lantaran penuhnya pengunjung kebun binatang.
”Kita lebih baik mengalah dengan memutar di halte sebelumnya, halte SMK 57 daripada harus 'melawan' pengunjung kebun binatang,” tandasnya.
Cinta dan Kasih Sayang
Aku juga takan pernah ingin mendengar kamu mengatakan kepadaku "aku cinta kamu"
Biarlah hati kita yang saling mengatakanya
Biarlah hati kita yang saling mendengarnya
Karena hati tak pernah berdusta
Karena bibir tak akan pernah mampu untuk mengungkapkan cinta sejati kita
Karena bibir lebih sering berdusta terhadap perasaan manusia
Cinta adalah percikan kasih Illahi di dalam perasaan hati insani kita...
Dia akan bergetar dan terhubung sendiri dalam diri dan hati kita masing-masing....
Tak perlu dikatakan...dan tak untuk di katakan...
Kamu adalah bagian dari hatiku
Maka aku tidak ingin mencintai orang lain
Karena aku mengerti dirimu
Seperti aku mengerti rasa yang ada didalam hatiku
Semua aku ingin lakukan untuk memiliki dan menjagamu
Karena kamu adalah bagian dari hidupku
Dan aku ingin kau selalu bersamaku sampai kapanpun
Karena perasaan hati kita telah menyatu dan tak bisa dipisahkan
Jika suatu saat kamu mengkhianati cintaku ...
Maka aku tak akan menyesalkan dirimu
Tapi akau akan sangat bersedih....
Karena aku sangat bodoh dan tuli sampai tak mampu mendengar suara hatiku....
Dan aku akan kembali berusaha mendengarkan suara-suara cinta dari dalam hatiku...
Sampai aku bisa mendengarnya dengan jelas sekali.
kisah wortel, telur dan kopi
Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.
Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.
Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api.
Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.
Lalu ia bertanya kepada anaknya, “Apa yang kau lihat, nak?”"Wortel, telur, dan kopi” jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras.
Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, “Apa arti semua ini, Ayah?”
Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi ‘kesulitan’ yang sama, melalui proses perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.
Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.
“Kamu termasuk yang mana?,” tanya ayahnya. “Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?” Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.”
“Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan maka hatimu menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?.”
“Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat.”
“Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.”
makalah sosiologi kelas 1 sma semester 1
Sosiologi merupakan salah satu cabang ilmu filsafat yang dikembangkan oleh Auguste Comte dari Perancis di pertengahan abad ke-18.
Ilmu pengetahuan adalah suatu kerangka pengetahuan yang tersusun serta teruji kebenarannya, dan diperoleh melalui suatu penelitian ilmiah
Pengetahuan adalah kesan yang timbul dalam pikiran manusia sebagai hasil dari penggunaan panca indra.
Tidak semua pengetahuan merupakan suatu ilmu pengetahuan. Pengetahuan yang termasuk ilmu hanyalah pengetahuan yang tersusun secara sistematis. Maksudnya adalah adanya urutan-urutan tertentu yang teratur dari unsur-unsur yang merupakan suatu kebulatan sehingga tergambar jelas garis besar dari ilmu pengetahuan tersebut.
Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan karena sosiologi mengembangkan suatu kerangka pengetahuan yang tersusun dan teruji yang didasarkan pada penelitian ilmiah, dan mendasarkan kesimpulannya pada bukti-bukti ilmiah.
Pengetahuan juga berbega dengan ide (buah pikiran) karena tidak semua ide merupakan pengetahuan.
Ilmu pengetahuan timbul karena adanya hasrat ingin tahu dalam diri manusia.
Hasrat itu timbul karena banyak sekali aspek kehidupan yang masih gelap dan manusia ingin membuka tabir kegelapan tersebut.
Tapi kepuasan yang diperoleh tidak menghentikan kegiatan manusia untuk mengetahui yang lebih dalam lagi.
Contoh penemuan secara kebetulan adalah penemuan penisilin oleh Alexander Fleming (Icons of the Century, Giorgio Taborelli, 1999).
Secara umum, dikenal adanya empat kelompok ilmu pengetahuan ditinjau dari objeknya, yaitu sebagai berikut.
- Ilmu matematika, yang terdiri dari aljabar, aritmatika, stereometri,
statistik, geometri, dan kalkulus.
- Ilmu pengetahuan alam, yaitu kelompok ilmu pengetahuan yang
mempelajari gejala-gejala alam, baik yang hayati maupun yang tidak
hayati
- Kelompok ilmu sosial yang menyoroti perilaku manusia, seperti ilmu
politik, ekonomi, sejarah, tata negara, psikologi, komunikasi, hukum,
antropologi, sosiologi, geografi, dan arkeologi.
- Kelompok ilmu budaya yang terdiri dari ilmu bahasa, filsafat, agama,
dan seni.
Menurut sifatnya, ilmu pengetahuan dapat dibagi dua, yaitu:
- Ilmu eksakta / disebut ilmu pasti. Misalnya matematika dan IPA
- Ilmu non eksakta / disebut ilmu sosial. Misalnya IPS, ilmu budaya dan
ilmu bahasa.
Dari sudut penerapannya, ilmu pengetahuan dapat dibedakan sebagai berikut.
- Ilmu pengetahuan murni = ilmu pengetahuan yang bertujuan untuk
membentuk dan mengembangkan ilmu secara abstrak hanya untuk
mempertinggi mutunya, tanpa menggunakannya dalam masyarakat.
- Ilmu pengetahuan terapan = ilmu pengetahuan yang bertujuan untuk
mempergunakan dan menerapkan ilmu pengetahuan tersebut dalam
masyarakat dengan maksud membantu kehidupan masyarakat.
Konsep dan Definisi Sosiologi
Terdapat 2 pengertian dasar, yaitu sosiologi sebagai ilmu pengetahuan dan sebagai metode. Sosiologi sebagai ilmu berarti sosiologi merupakan kumpulan pengetahuan mengenai kajian masyarakat yang disusun secara sistematis dan logis. Sosiologi sebagai metode berarti sosiologi merupakan cara-cara berpikir untuk mengungkapkan realitas sosial dalam masyarakat dengan prosedur dan teori yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Secara etimologi, sosiologi berasal dari kata socious dan logos. Socious (bahasa Latin) artinya teman, dan logos (bahasa Yunani) yang berarti kata, perkataan atau pembicaraan. Secara harfiah, sosiologi berarti berbicara mengenai masyarakat.
Beberapa definisi mengenai sosiologi (dalam Sosiologi suatu Pengantar, Soerjono Soekanto, 2002), di antaranya adalah sebagai berikut.
- Sosiologi dapat didefinisikan sebagai studi ilmiah tentang masyarakat
dan tentang aspek kehidupan manusia yang diambil dari “kehidupan di
dalam masyarakat”.
- Auguste Comte berpendapat, sosiologi adalah ilmu yang terutama
mempelajari manusia sebagai makhluk yang mempunyai naluri untuk
senantiasa hidup bersama dengan sesamanya.
- J.A.A. van Doorn dan C.J. Lammars mengemukakan bahwa sosiologi
adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses
kemasyarakatan yang bersifat stabil.
- William F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff mengemukakan bahwa
sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial, dan
hasilnya yaitu organisasi sosial. Interaksi sosial adalah hubungan timbal
balik antara perorangan dengan perorangan, perorangan dengan
kelompok, dan kelompok dengan kelompok.
- Roucek dan Warren mengemukakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang
mempelajari hubungan manusia dalam kelompok. Misalnya, interaksi
sosial di antara sesama anggota RT, RW, dusun, dan nagari.
- Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi mengemukakan bahwa
sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial, proses sosial,
dan perubahan sosial. Struktur sosial adalah keseluruhanh jalinan antara
unsur-unsur sosial yang pokok, yaitu norma sosial, lembaga sosial,
kelompok sosial, dan lapisan sosial. Proses sosial adalah pengaruh timbal
balik antara berbagai segi kehidupan bersama, misalnya pengaruh
ekonomi terhadap politik, agama terhadap ekonomi, atau hukum
terhadap agama. Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam
struktur sosial masyarakat.
- Pitirim A. Sorokin mengemukakan sosiologi adalah ilmu yang
mempelajari:
- hubungan maupun pengaruh timbal balik antara gejala sosial
dengan gejala nonsosial, seperti pengaruh iklim terhadap watak
manusia, dan pengaruh kesuburan tanah terhadap pola migrasi
penduduk;
- ciri-ciri umum dari semua jenis gejala atau fenomena sosial yang
terjadi dalam masyarakat;
- hubungan maupun pengaruh timbal balik antara berbagai gejala
sosial seperti antara gejala ekonomi dengan agama, keluarga
dengan moral, hukum dengan ekonomi, dan gerakan masyarakat
dengan politik.
Sifat Hakikat Sosiologi
- Sosiologi termasuk rumpun ilmu sosial, bukan ilmu pengetahuan alam
ataupun ilmu kerohanian.
- Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang kategoris, artinya sosiologi
membatasi diri dengan apa yang terjadi dan bukan pada apa yang
seharusnya terjadi.
- Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan murni, bukan ilmu pengetahuan
terapan.
- Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak, artinya yang
diperhatikan adalah pola dan peristiwa yang terjadi dalam masyarakat.
- Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-
pola umum.
- Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang rasional, terkait dengan
metode yang digunakannya.
- Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan umum, bukan ilmu pengetahuan
yang khusus.
Ciri-ciri Utama Sosiologi
- Sosiologi bersifat Empiris karena didasarkan pada pengamatan kenyataan-
kenyataan sosial, dan hasilnya tidak bersifat spekulatif.
- Sosiologi bersifat teoritis, artinya sosiologi selalu berusaha untuk
menyusun kesimpulan dari hasil-hasil observasi untuk menghasilkan teori
keilmuan.
- Sosiologi bersifat kumulatif, artinya teori-teori dalam sosiologi dibentuk
atas dasar teori-teori yang sudah ada sebelumnya. Kemudian diperbaiki,
diperluas, serta diperdalam.
- Sosiologi bersifat nonetis, artinya sosiologi tidak mempersoalkan baik-
buruknya fakta, tetapi yang lebih penting adalah menjelaskan fakta
tersebut secara analitis dan apa adanya.
Objek Studi Sosiologi
Objek Studi Sosiologi adalah masyarakat, dengan menyoroti hubungan antarmanusia dan proses sebab-akibat yang timbul dari hubungan tersebut.
Dalam perspektif tersebut, secara kolektif dapat dikategorikan dalm tiga tahap studi sosiologi, yaitu sifat dasar dan perkembangan manusia, interaksi manusia dan hubungannya, serta penyesuaian secara bersama dengan lingkungan.
Ekologi manusia merupakan studi terhadap bagaimana manusia berinteraksi dengan lama bukan sebagai makhluk biologis, tetapi sebagai mahluk sosial.
Kegunaan Sosiologi
Sosiologi memiliki 4 macam kegunaan, yaitu dalam bidang perencanaan sosial, penelitian, pembangunan, dan pemecahan masalah sosial.
- Perencanaan Sosial
Perencanaan sosial adalah kegiatan untuk mempersiapkan masa depan kehidupan masyarakat secara ilmiah dan bertujuan untuk mengatasi berbagai hambatan. Perencanaan sosial lebih bersifat preventif.
Beberapa kegunaan sosiologi dalam perencanaan sosial adalah sebagai berikut.
- Sosiologi memahami perkembangan kebudayaan masyarakat.
- Sosiologi memahami hubungan manusia dengan lingkungan alam.
- Sosiologi memiliki disiplin ilmiah yang didasarkan atas objektivitas.
- Dengan berpikir secara sosiologis
- Perencanaan sosial merupakan alat untuk mengetahui perkembangan masyarakat yang fungsinya untuk menghimpun kekuatan sosial guna menciptakan ketertiban masyarakat.
- Penelitian
Dalam bidang penelitian masyarakat, sosiologi memiliki kelebihan dibandingkan ilmu-ilmu yang lain karena:
- Memahami simbol kata-kata, kode, serta berbagai istilah yang digunakan
oleh masyarakat sebagai objek penelitian empiris.
- Pemahaman terhadap pola-pola tingkah laku manusia dalam masyarakat.
- Kemampuan untuk mempertimbangkan berbagai fenomena sosial yang timbul dalam kehidupan masyarakat, terlepas dari prasangka-prasangka subjektif.
- Kemampuan melihat kecenderungan-kecenderungan arah perubahan pola tingkah laku anggota masyarakat atas sebab-sebab tertentu.
- Kehati-hatian dalam menjaga pemikiran yang rasional sehingga tidak terjebak dalam pola pikir yang tidak jelas.
- Pembangunan
Pembangunan merupakan suatu proses perubahan di segala bidang kehidupan yang dilakukan secara sengaja berdasarkan suatu rencana tertentu. Proses pembangunan terutama ditujukan untuk meningkatkan taraf hidup rakyat, baik secara material maupun secara spiritual. Peningkatan taraf hidup masyarakat mencakup suatu cita-cita yang meliputi hal-hal:
- Pembangunan harus bersifat rasionalistis.
- Adanya perencanaan dan proses pembangunan.
- Peningkatan produktivitas.
- Peningkatan standar kehidupan.
- Kesempatan yang sama untuk berpartisipasi.
Kegunaan sosiologi dalam usaha-usaha pembangunan adalah sebagai berikut.
- Pada Tahap Perencanaan
Sosiologi dapat berguna di dalam mengadakan identifikasi-identifikasi terhadap berbagai kebutuhan masyarakat, pusat perhatian sosial, stratifikasi sosial, pusat-pusat kekuasaan, serta sistem dan saluran-saluran komunikasi sosial.
- Pada Tahap Pelaksanaan
Sosiologi dapat berguna untuk mengadakan identifikasi terhadap kekuatan-kekuatan sosial dalam masyarakat serta mengamati proses perubahan sosial yang terjadi.
- Pada Tahap Evaluasi
Pada tahap evaluasi diadakan analisis terhadap efek sosial dari pembangunan tersebut.
- Pemecahan Masalah Sosial
Masalah sosial adalah suatu ketidaksuaian antara unsur-unsur sosial yang membahayakan kehidupan masyarakat.
Pada umumnya yang dianggap masalah sosial yaitu:
- Kemiskinan;
- Kejahatan;
- Disorganisasi keluarga;
- Masalah generasi muda;
- Peperangan;
- Pelanggaran terhadap norma masyarakat, seperti prostitusi, perjudian, narkoba, dan perilaku seks menyimpang;
- Masalah kependudukan;
- Masalah lingkungan hidup.
Metode-Metode Sosiologi
Sosiologi adalah ilmu pengetahuan untuk mengungkapkan realitas sosial budaya yang ada dalam masyarakat dengan prosedur dan teori yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Metode merupakan cara kerja yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu. Adapun metode-metode yang sering digunakan dalam penelitian sosiologi adalah sebagai berikut.
- Metode Statistik
Metode ini banyak dipakai untuk menunjukkan hubungan atau pengaruh kausalitas serta memperkecil prasangka pribadi atau sepihak.
- Metode Eksperimen
Metode Eksperimen dilakukan terhadap 2 kelompok. Kelompok pertama merupakan eksperimen, sedangkan kelompok kedua sebagai kelompok kontrol.
- Metode Induktif dan Deduktif
Metode induktif adalah metode yang digunakan untuk memperoleh kaidah umum dengan mempelajari gejala yang khusus. Metode Deduktif adalh metode yang digunakan untuk memperoleh kaidah khusus dengan mempelajari gejala yang umum.
- Metode Studi Kasus
Metode ini digunakan untuk meneliti kebenaran peristiwa-peristiwa tertentu, misalnya gerakan-gerakan buruh untuk menuntut kenaikan gaji, gerakan mahasiswa untuk memprotes kenaikan BBM, dan masih banyak lagi.
- Metode Survei Lapangan
Metode ini digunakan untuk memperoleh data yang hanya ada pada kehidupan masyarakat secara langsung.
- Metode Partisipasi
Metode ini digunakan untuk mengadakan penelitian mendalam tentang kehidupan kelompok.
- Metode Empiris dan Rasionalistis
Metode empiris menyadarkan diri pada fakta yang ada dalam masyarakat melalui penelitian. Metode rasionalistis, mengutamakan pemikiran sehat untuk mencapai pengertian tentang masalah-masalah kemasyarakatan.
- Metode Fungsionalisme
Metode ini bertujuan untuk meneliti kegunaan lembaga-lembaga kemasyarakatan dan struktur sosial dalam masyarakat.
- Metode Studi Pustaka
Metode ini merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan mengambil data atau keterangan dari buku-buku literatur di perpustakaan.
Realitas Sosial Budaya
- Konsep-Konsep tentang Realitas Sosial Budaya
Berikut ini beberapa realitas sosial budaya yang terdapat di masyarakat.
- Masyarakat
Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang menempati wilayah tertentu dan membina kehidupan bersama dalam berbagai aspek kehidupan atas dasar norma sosial tertentu dalam waktu yang cukup lama.
Dari pengertian tersebut, dapat dilihat bahwa masyarakat merupakan organisasi manusia yang selalu berhubungan 1 sama lain dan memiliki unsur-unsur pokok sebagai berikut.
- Orang-orang dalam jumlah relatif besar yang saling berinteraksi, baik antara individu dengan kelompok maupun antar kelompok sehingga menjadi kesatuan sosial budaya.
- Adanya kerja sama yang secara otomatis terjadi dalam setiap masyarakat, baik dalam skala kecil maupun dalam skala luas.
- Berada dalam wilayah dengan batas-batas tertentu yang merupakan wadah tempat berlangsungnya suatu tata kehidupan bersama.
- Berlangsung dalam waktu relatif lama, serta memiliki norma sosial tertentu yang menjadi pedoman dalam sistem tata kelakuan dan hubungan warga masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya.
- Interaksi Sosial
Interaksi sosial adalah hubungan dan pengaruh timbal balik antarindividu, antar individu dan kelompok, dan antarkelompok.
- Status dan Peran
Status adalah posisi seseorang dalam masyarakat. Status merupakan aspek masyarakat yang kurang lebih bersifat statis.
Peran merupakan pola tindakan atau perilaku dari orang yang memiliki status tertentu. Peran merupakan aspek masyarakat yang kurang lebih bersifat dinamis.
Status dan peran tidak dapat dipisahkan, keduanya saling beriringan. Misalnya, status seorang sultan mengharuskan ia berperan sebagai tokoh panutan masyarakat.
- Nilai
Nilai adalah segala sesuatu yang dianggap baik dan benar olehanggota masyarakat dan merupakan sesuatu yang diidam-idamkan. Pergeseran nilai akan mempengaruhi kebiasaan dan tata kelakuan.
- Norma
Norma merupakan wujud konkret dari nilai sosial. Norma dibuat untuk melaksanakan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat yang telah dianggap baik dan benar.
Ada 4 macam norma yang ada dalam masyarakat, antara lain:
- Norma agama, petunjuk hidup yang berupa perintah dan larangan agar
manusia berada dala jalan yang diridhai Tuhan.
- Norma adat, norma yang berkaitan dengan sistem penyelenggaraan hidup
yang terjadi secara berulang-ulang karena dibakukan dan diyakini sebagai
sesuatu yang baik.
- Norma kesusilaan, tuntutan perilaku yang harus dipatuhi oleh setiap warga masyarakat.
- Norma hukum, morma masyarakat yang dibuat oleh lembaga-lembaga berwenang, seperti MPR, DPR, DPD, dan pemerintah.
- Lembaga Sosial
Lembaga adalah suatu sistem norma untuk mencapai suatu tujuan yang oleh masyarakat dianggap penting.
Ada 5 lembaga dasar yang terdapat dalam masyarakat, yaitu lembaga keluarga, lembaga keagamaan, lembaga pemerintahan, lembaga perekonomian, dan lembaga pendidikan.
- Sosialisasi
Sosialisasi merupakan proses individu belajar berinteraksi di tengah-tengah masyarakat.
- Perilaku Menyimpang
Perilaku menyimpang merupakan bentuk perilaku masyarakat yang tidak sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku.
Perilaku menyimpang dapat bersumber dari beberapa hal di bawah ini, yaitu:
- tidak berfungsinya aparat penegak hukum
- memburuknya situasi sosial budaya masyarakat
- tidak berhasilnya proses pewarisan budaya
- proses sosialisasi yang tidak sempurna atau lengkap.
- Pengendalian Sosial
Masyarakat menciptakan norma sebagai pedoman perilaku yang yang pelaksanaannya memerlukan suatu bentuk pengawasan dan pengendalian.
- Proses Sosial
Proses sosial merupakan proses interaksi dan komunikasi antarkomponen masyarakat dari waktu ke waktu hingga mewujudkan suatu perubahan. Dalam suatu proses sosial terdapat komponen-komponen yang saling terkait satu sama lain, yaitu:
- Struktur sosial
- Interaksi sosial
- Struktur alam lingkungan yang meliputi letak, bentang alam, iklim, flora dan fauna.
- Perubahan Sosial Budaya
Perubahan sosial budaya adalah perubahan struktur sosial dan budaya akibat adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsuernya sehingga memunculkan suatu corak sosial budaya baru yang dianggap ideal. Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial budaya dalam suatu masyarakat adalah:
- perubahan lingkungan alam
- perubahan situasi kependudukan
- perubahan struktur sosial dan budaya
- perubahan nilai dan sikap
- Kebudayaan
Kebudayaan adalah semua hasil cipta, rasa, dan karsa manusia dalam hidup bermasyarakat. Dalam arti luas, kebudayaan merupakan segala sesuatu yang ada di muka bumi ini yang keberadaannya diciptakan oleh manusia. Kebudayaan dapat berbentuk:
- Artifak
- Sistem aktivitas
- Sistem ide atau gagasan
Kebudayaan secara universal terdiri dari 7 unsur utama, yaitu:
- Sistem komunikasi
- Sistem kepercayaan
- Sistem kesenian
- Sistem organisasi sosial
- Sistem mata pencaharian
- Sistem ilmu pengetahuan
- Sistem peralatan dan perlengkapan hidup.
Hubungan antara Berbagai konsep Realitas Sosial Budaya
- Masyarakat dan Kebudayaan
Masyarakat dan kebudayaan seperti 2 sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan.
- Masyarakat dan Interaksi Sosial
Manusia senantiasa membutuhkan pertolongan manusia yang lain. Oleh sebab itu, masyarakat selalu melakukan interaksi sosial, baik antarindividu, antar individu dan kelompok, maupun antarkelompok.
- Status dan Peranan
Status sosial merupakan posisi seseorang di tengah-tengah masyarakat. Status dan peranan selalu berkaitan. Peranan merupakan perilaku yang diharapkan dari orang yang memiliki status tertentu, misalnya status seorang sultan mengharuskan ia berperan sebagai tokoh panutan masyarakat.
- Nilai, Norma, dan Lembaga Sosial
Untuk menciptakan keteraturan dalam masyarakat dibutuhkan suatu perangkat pengaturan tertib sosial yang dinamakan pranata sosial.
- Perilaku Menyimpang dan Pengendalian Sosial
Adanya perilaku menyimpang akan mengancam keseimbangan dalam masyarakat. Oleh sebab itu, diperlukan pengendalian sosial. Dengan pengendalian sosial yang efektif, maka perilaku menyimpang akan mengalami penurunan.
Data tentang Realitas Sosial dan Permasalahan Sosial
Data merupakan fakta atau keterangan mengenai fenomena yang terjadi di lapangan. Berikut ini adalah beberapa data tentang realitas sosial dan masala-masalah sosial di masyarakat berdasarkan hasil penelitian dan data statistik yang perlu mendapat perhatian dari seluruh komponen bangsa.
- Penurunan Kualitas Moral
Dewasa ini banyak dijumpai keadaan di mana kualitas moral warga masyarakat mengalami penurunan. Hal inilah yang dinamakan demoralisasi.
- Indikasi adanya Demoralisasi
Beberapa indikasi yang menunjukkan suatu bangsa mengalami gejala demoralisasi adalah sebagai berikut.
- Kuantitas dan kualitas kriminalitas sosial semakin meningkat, seperti
pemerkosaan, pencurian, perampokan, dan pembunuhan.
- Terjadinya kerusuhan yang bersifat anarkis, seperti pembakaran rumah, perusakan fasilitas umum, dan penjarahan.
- Konflik sosial semakin marak, baik vertikal maupun horizontal.
- Tindakan korupsi merajalela.
- Meningkatnya jumlah pemakai dan pengedar narkoba di kalangan masyarakat.
- Pergaulan bebas semakin merajalela
- Penyebab Demoralisasi
Beberapa hal yang dapat menyebabkan demoralisasi di kalangan masyarakat antara lain:
- Krisis ekonomi yang berkepanjangan.
- Pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi sehingga mengakibatkan jumlah pencari kerja tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan.
- Menurunya kewibawaan pemerintah yang ditandai denga tidak berhasilnya pemerintah memenuhi tuntutan rakyat.
- Meningkatnya angka kemiskinan
- Menurunnya kualitas aparat penegak hukum, seperti kepolisian, kejaksaan, dan kehakiman
- Adanya sikap-sikap negatif, seperti malas, boros, tidak disiplin, serta sikap apatis yang akhirnya untuk mencapai sesuatu dilakukan dengan jalan pintas.
- Keengganan memahami dan mendalami ajaran-ajaran agama
- Terorisme
Terorisme adalah tindakan yang membuat kerusakan-kerusakan di dalam masyarakat dengan tujuan menyebarkan rasa takut serta mengancam keselamatan publik. Beberapa akibat yang timbul dari tindakan terorisme antara lain:
- jatuhnya korban jiwa dan materi
- menurunnya pendapatan sektor pariwisata
- adanya rasa takut akan keselamatan jiwa
- Merebaknya Kasus Perdagangan Anak
Indonesia merupakan pemasok perdagangan anak dan wanita terbesar di Asia Tenggara. Berdasarkan penelitian yang dilakukan lembaganya, terdapat sekitar 200-300 ribu pekerja seks komersial (PSK) berusia di bawah 18 tahun.
- Meningkatnya Angka Kemiskinan
Beberapa akibat yang timbul dari meningkatnya angka kemiskinan antara lain:
- menurunnya tingkat kesehatan masyarakat akibat kekurangan gizi
- munculnya demoralisasi yang ditandai dengan meningkatnya angka kriminalitas.
- Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja adalah semua perbuatan anak remaja yang berlawanan dengan ketertiban umum yang ditujukan pada orang lain, binatang, dan barang-barang yang dapat menimbulkan bahaya atau kerugian pada pihak lain.
BAB II
Nilai Sosial
- Pengertian Nilai Sosial
Nilai merupakan kumpulan sikap perasaan ataupun anggapan terhadap sesuatu hal mengenai baik-buruk, benar-salah, patut-tidak patut, mulia-hina, penting atau tidak penting. Semua nilai kebudayaan alam pada dasarnya mengenali lima masalah pokok, yaitu:
- nilai mengenai hakikat hidup manusia
- niali mengenai hakikat karya manusia
- niali mengenai hakikat dari kedudukan manusia dalam ruang dan waktu
- nilai mengenai hakikat dari hubungan manusia dengan alam sekitar
- nilai mengenai hakikat dari hubungan manusia dengan sesamanya.
Beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli mengenai nilai sosial adalah sebagai berikut.
- Kimball Young: nilai sosial adalah asumsi abstrak dan sering tidak
disadari tentang apa yang benar dan apa yang penting.
- A.W.Green: nilai sosial adalah kesadaran yang secara relatif berlangsung disertai emosi terhadap objek.
- Woods: nilai sosial merupakan petunjuk-petunjuk umum yang telah berlangsung lama yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari.
- D. Hendropuspito: nilai sosial adalah segala sesuatu yang dihargai masyarakat karena terbukti mempunyai daya guna fungsional bagi perkembangan hidup bersama.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa nilai sosial adalah penghargaan yang diberikan masyarakat kepada bentuk sesuatu yang baik, penting, pantas, serta mempunyai daya guna fungsional bagi perkembangan dan kebaikan hidup bersama.
- Jenis-Jenis Nilai Sosial
Notonegoro membedakan nilai sosial menjadi 3 macam, yaitu sebagai berikut.
- Nilai material
Nilai material adalah segala sesuatu yang berguna bagi manusia dan bernilai karena materi tersebut. Contoh: emas. Emas bernilai karena bentuk dan warnanya yang bagus dapat menjadi perhiasan bagi manusia.
- Nilai Vital
Nilai vital adalah segala sesuatu yang berguna bagi manusia dalam melaksanakan berbagai aktivitas dan berniali karena kegunaanya. Contoh: kompor. Kompor mempunyai niali tertentu karena digunakan untuk memasak makanan. Jika kompor itu rusak, maka menjadi tidak bernilai karena tidak dapat digunakan.
- Nilai Kerohanian
Nilai kerohanian adalah segala sesuatu yang berguna bagi kebutuhan rohani manusia. Contoh: pergi ke pengajian atau mendengarkan ceramah di Masjid bagi jamaah Islam, bermeditasi dalam perayaan Tri Suci Waisak oleh rohaniawan Budha, mengikuti upacara sakramen pembabtisan bagi jamaah Kristen/Katolik, pengambilan air suci dari tujuh sumber air dalam upacara Nyepi bagi masyarakat Hindu. Nilai kerohanian dibagi ke dalam 4 nilai, yaitu:
- Nilai kebenaran
- Nilai keindahan
- Nilai moral
- Nilai keagamaan
- Ciri-Ciri Nilai Sosial
Beberapa ciri nilai sosial yang dikemukakan oleh Huky antara lain sebagai berikut.
- Nilai sosial merupakan konstruksi masyarakat yang tercipta melalui interaksi di antara para anggota masyarakat.
- Nilai dapat diteruskan dan ditularkan dari satu orang atau kelompok ke orang atau kelompok lain melalui berbagai macam proses sosial, seperti kontak sosial, komunikasi, interaksi, difusi, adaptasi, adopsi, akulturasi, maupun asimilasi.
- Nilai sosial diperoleh, dicapai, dan dijadikan milik diri melalui proses belajar.
- Nilai sosial memuaskan manusia dan memiliki peranan dalam usah pemenuhan kebutuhan-kebutuhan sosial.
- Nilai sosial merupakan asumsi-asumsi abstrak dimana terdapat konsensus sosial tentang harga relatif dari objek dalam masyarakat.
- Nilai sosial cenderung berkaitan satu dengan yang lain, dan mambentuk pola-pola dan sistem nilai dalam masyarakat.
- Sistem nilai sosial beragam bentuknya antara kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain, sesuai dengan penilaian yang diperlihatkan oleh setiap kebudayaan terhadap bentu-bentuk kegiatan tertentu dalam masyarakat yang bersangkutan.
- Niali sosial selalu memberikan pilihan dari sistem-sistem nilai yang ada, sesuai dengan tingkatan kepentingannya.
- Masing-masing nilaisosial mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap orang perorangan dan masyarakat sebagai keseluruhan.
- Nilai sosial dapat melibatkan emosi atau perasaan.
- Nilai sosial dapat mempengaruhi perkembangan pribadi dalam masyarakat, baik secara positif maupun negatif.
- Fungsi Nilai sosial
Fungsi nilai sosial antara lain sebagai berikut.
- Sebagai faktor pendorong, berkaitan dengan nilai-nilai yang berhubungan dengan cita-cita atau harapan.
- Sebagai petunjuk arah dari cara berpikir, berperasaan, dan bertindak; panduan menentukan pilihan; sarana untuk menimbang penilaian masyarakat; penentu dalam memenuhi peran sosial; dan pengumpulan orang dalam suatu kelompok sosial.
- Sebagai alat pengawas dengan daya tekan dan pengikat tertentu.
- Sebagai alat solidaritas kelompok atau masyarakat.
- Sebagai benteng perlindungan atau penjaga stabilitas budaya kelompok atau masyarakat.
Norma Sosial
- Pengertian Norma Sosial
Nilai dan norma selalu berkaitan. Walaupun demikian, keduanya dapat dibedakan. Norma pada dasarnya adalah juga nilai, tetapi disertai dengan sanksi yang tegas terhadap pelanggarnya. Norma merupakan ukuran yang digunakan oleh masyarakat untuk mengukur apakah tindakan yang dilakukan merupakan tindakan yang wajar dan dapat diterima ataukah merupakan tindakan yang menyimpang karena tidak sesuai dengan harapan sebagian besar warga masyarakat.
- Jenis-Jenis Norma Sosial
- Norma Sosial Dilihat dar Sanksinya
Dilihat dari sanksi atau kekuatan mengikatnya, terdapat beberapa jenis norma, yaitu sebagai berikut.
- Tata Cara, merupakan norma yang menunjuk kepada satu bentuk perbuatan dengan sanksi yang sangat ringan terhadap pelanggarnya.
- Kebiasaan, merupakan cara-cara bertindak yang digemari oleh masyarakat sehingga dilakukan berulang-ulang.
- Tata Kelakuan, merupakan norma yang bersumber kepada filsafat, ajaran agama, atau ideologi yang dianut oleh masyarakat. Tata kelakuan sangat penting dalam masyarakat, karena mempunyai fungsi sebagai berikut.
- memberi batas-batas pada tingkah laku individu.
- mengidentifikasikan individu dengan kelompoknya.
- menjaga solidaritas antara anggota-anggota masyarakat sehingga
mengukuhkan ikatan dan mendorong tercapainya integrasi sosial yang
kuat.
- Adat, merupakan norma yang tidak tertulis, namun sangat kuat mengikat sehingga anggota masyarakat yang melanggar adat-istiadat akan menderita karena sanksi keras yang kadang-kadang secara tidak langsung dikenakan.
- Hukum, merupakan norma yang bersifat formal dan berupa aturan tertulis.
- Norma Sosial Dilihat dari Sumbernya
Dilihat dari sumbernya, norma sosial terdiri dari 4 macam yaitu:
- norma agama, yakni ketentuan-ketentuan hidup bermasyarakat yang bersumber pada ajaran agama.
- Norma kesopanan atau etika, yakni ketentuan-ketentuan hidup yang berlaku dalam hubungan atau interaksi sosial masyarakat.
- Norma kesusilaan, yakni ketentuan-ketentuan yang bersumber pada hati nurani, moral, atau filsafat hidup.
- Norma hukum, yakni ketentuan-ketentuan tertulis yang berlaku dan bersumber pada kitab undang-undang suatu negara.
- Fungsi Norma Sosial
Fungsi norma sosial antara lain sebagai berikut.
- Sebagai pedoman atau patokan perilaku dalam bermasyarakat.
- Merupakan wujud konkret dari nilai-nilai yang ada di masyarakat.
- Suatu standar atau skala dari berbagai kategori tingkah laku suatu masyarakat.
SEPASANG TAPAK KAKI
Tuhan mendekatiku, dan diangkatnya aku melintasi dimensi ruang dan waktu. Bagaikan menonton film, aku melihat kehidupanku sendiri dari waktu ke waktu, melintasi padang waktu. Setiap langkah hidupku, meninggalkan sepasang jejak tapak kaki di pasir waktu. Kuperhatikan bahwa ada sepasang tapak kaki lain yang mendampingi tapak kakiku. Aku bertanya kepada Tuhan, "Tuhan, jejak kaki siapakah yang selalu menyertaiku dalam pengembaraan hidupku ini ?"
Dengan kasih Tuhan menjawab, "Jejak kakiKu, anakKu..."
Kembali kupandangi jejak-jejak tapak kaki tersebut, dan aku kembali menjadi marah, karena setiap kali melewati pasir-pasir waktu kesedihan, jejak kaki yang nampak hanyalah sepasang. Kupikir Tuhan meninggalkanku ketika aku sedang menghadapi kesedihan. Penuh protes kuteriaki Tuhan, "Kau selalu mengiringi langkahku Tuhan, tapi kemanakah Engkau ketika sedang kubutuhkan, kemanakah Engkau ketika aku sedang menghadapi masalah berat dan kesedihan !?"
Kembali Tuhan tersenyum penuh kasih dan menjawab, "Perhatikanlah lagi jejak kaki yang memang hanya sepasang itu anakKu..."
Dengan jengkel kuperhatikan sepasang jejak kaki itu, dan ternyata jejak yang hanya sepasang itu tampak lebih dalam dibanding dengan jejak-jejak dua pasang kaki yang lain
"Justru ketika kamu sedang begitu sedih, menghadapi masalah besar, dan nyaris putus asa itulah Aku berada begitu dekat denganmu, karena Aku menggendongmu, sehingga kamu dapat menyeberangi pasir-pasir waktu kesedihan, Aku sama sekali tidak meninggalkanmu, karena Aku menggendongmu AnakKU..." kata Tuhan. Selesai.
Nilai Diri Kita
“Siapa diantara kalian yang mau uang Rp. 50.000!!” Semua anak itu terhenti bermain dan serempak mengacungkan tangan sambil memasang muka manis penuh senyum dan harap. Kakek lalu berkata, “Kakek akan memberikan uang ini, setelah kalian semua melihat ini dulu.”
Kakek tersebut lalu meremas-remas uang itu hingga lusuh. Di remasnya terus hingga beberapa saat. Ia lalu kembali bertanya “Siapa yang masih mau dengan uang ini lusuh ini?” Anak-anak itu tetap bersemangat mengacungkan tangan.
“Tapi,, kalau kakek injak bagaimana? “. Lalu, kakek itu menjatuhkan uang itu ke pasir dan menginjaknya dengan sepatu. Di pijak dan di tekannya dengan keras uang itu hingga kotor. Beberapa saat, Ia lalu mengambil kembali uang itu. Dan kakek kembali bertanya: “Siapa yang masih mau uang ini?”
Tetap saja. Anak-anak itu mengacungkan jari mereka. Bahkan hingga mengundang perhatian setiap orang. Kini hampir semua yang ada di taman itu mengacungkan tangan. :)
***
cerita diatas sangatlah sederhana. Namun kita dapat belajar sesuatu yang sangat berharga dari cerita itu. Apapun yang dilakukan oleh si Kakek, semua anak akan tetap menginginkan uang itu, Kenapa? karena tindakan kakek itu tak akan mengurangi nilai dari uang yang di hadiahkan. Uang itu tetap berharga Rp. 50.000
seringkali, dalam hidup ini, kita merasa lusuh, kotor, tertekan, tidak berarti, terinjak, tak kuasa atas apa yang terjadi pada sekeliling kita, atas segala keputusan yang telah kita ambil, kita merasa rapuh. Kita juga kerap mengeluh atas semua ujian yang di berikan-Nya. Kita seringkali merasa tak berguna, tak berharga di mata orang lain. Kita merasa di sepelekan, di acuhkan dan tak dipedulikan oleh keluarga, teman, bahkan oleh lingkungan kita.
Namun, percayalah, apapun yang terjadi, atau *bakal terjadi*, kita tak akan pernah kehilangan nilai kita di mata Allah. Bagi-Nya, lusuh, kotor, tertekan, ternoda, selalu ada saat untuk ampunan dan maaf.
Kita tetap tak ternilai di mata Allah.
Nilai dari diri kita, tidak timbul dari apa yang kita sandang, atau dari apa yang kita dapat. Nilai diri kita, akan dinilai dari akhlak dan perangai kita. Tingkah laku kita. seberapapun kita diinjak oleh ketidak adilan, kita akan tetap diperebutkan, kalau kita tetap konsisten menjaga sikap kita.
Sahabat, akhlak ialah bunga kehidupan kita. Merupakan seberapa bernilainya manusia. Dengan akhlak, rasa sayang dan senang akan selalu mengikuti kita, dan merupakan modal hidup.
Orang yang tidak mempunyai akhlak, meskipun ia berharta, tidak ada nilainya. Meskipun dia cantik, tapi jika sikapnya buruk dan tiada berakhlak, maka kecantikannya tiada berguna baginya. Begitu pula dengan orang yang berpangkat tinggi, tanpa akhlak, dia menjadi orang yang dibenci.
Guys, thanks for reading. Hope u r well and please do take care.
persahabatan
pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita
membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi
mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih
dari orang lain, tetapi justru ia beriinisiatif memberikan
dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
