Ratusan Pengungsi Dirawat di RSUD Kabanjahe

Selasa, 7 September 2010 - 09:43 wib
MEDAN - Jumlah pengungsi pascaletusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara yang terserang penyakit terus meningkat.

Sebanyak 103 pengungsi dirawat di rumah sakit karena demam, diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, tekanan darah tinggi, dan kecemasan.

”Mereka rata-rata menderita penyakit sejak sebelum mengungsi. Penyakitnya semakin parah setelah berada di lokasi pengungsian. Tapi kita sudah memberikan perawatan di RSUD Kabanjahe,” jelas Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Karo Perdana Sebayang kepada wartawan, Senin 6 September.

Para pengungsi itu sendiri terpaksa harus menjalani rawat inap, karena keterbatasan alat dan fasilitas di lokasi pengungsian. Sebagian besar mereka menderita ISPA.

Sedangkan, Posko Utama Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Karo mencatat sebanyak 2.087 pengungsi mengalami sakit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.144 orang menderita ISPA. Namun, penyakit yang diderita sebagian besar mereka tidak terlalu parah, sehingga masih bisa dirawat di lokasi pengungsian.

Lebaran, Bus Transjakarta Ubah Jadwal Operasional

JAKARTA - Jadwal operasional bus Transjakarta pada H-1 dan tepat di hari raya Idul Fitri mengalami perubahan.

Menurut Manajer Pengendalian Transjakarta, Gunardjo, pada H-1 atau dikenal malam takbiran, bus Transjakarta beroperasi hingga pukul 18.30 WIB. Ini berlaku untuk semua koridor. Berbeda dengan hari biasa, bus beroperasi hingga pukul 22.00 WIB.

”Karena kita beri kesempatan masyarakat untuk bertakbiran,” kata Gunardjo kepada okezone, Selasa (7/9/2010).

Sedangkan tepat di hari raya nanti, Transjakarta beroperasi mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

”Kalau biasanya, normal mulai pukul 05.00 WIB,” tambahnya.

Mengenai penambahan armada, Gunardjo mengaku pihaknya tidak memprioritaskan hal itu. Namun jika pada kenyataannya nanti terjadi lonjakan penumpang maka akan digunakan bus dari koridor lain yang lebih sepi.

Salah satu koridor busway yang dipastikan mengalami lonjakan yaitu Koridor 5 (Kampung Melayu-Ancol) dan Koridor 6 (Ragunan-Latuharhari).

”Sampai-sampai bus tidak bisa masuk ke Ragunan, karena tertutup oleh orang-orang yang datang ke kebun binatang Ragunan. Jadi biasanya kami memutar di halte sebelum Ragunan yaitu halte SMK 57. Dari situ penumpang berjalan kaki menuju Ragunan,” ujarnya.

Berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, Gunardjo menuturkan, pada hari H biasanya bus masih bisa masuk ke dalam terminal Ragunan. Namun pada H+1 dan H+2, bus tidak bisa masuk lantaran penuhnya pengunjung kebun binatang.

”Kita lebih baik mengalah dengan memutar di halte sebelumnya, halte SMK 57 daripada harus 'melawan' pengunjung kebun binatang,” tandasnya.